whatsapp-logo

Apakah Lift Rumah Membutuhkan IMB atau PBG?

Pemasangan lift rumah tidak hanya berkaitan dengan pemilihan unit dan instalasi, tetapi juga dapat berkaitan dengan persetujuan bangunan apabila pekerjaan mengubah bagian tertentu dari rumah. Di Indonesia, IMB telah digantikan dengan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) berdasarkan PP Nomor 16 Tahun 2021.

Karena lingkup pemasangan lift berbeda pada setiap proyek, kebutuhan PBG perlu dilihat berdasarkan kondisi bangunan dan perubahan yang dilakukan.

1. IMB atau PBG yang Berlaku Sekarang?

Untuk proses baru, perizinan bangunan menggunakan PBG. Kementerian PU menjelaskan bahwa PBG berkaitan dengan pembangunan, renovasi, perawatan, atau perubahan bangunan gedung sesuai standar teknis yang berlaku.

Sementara itu, IMB yang diterbitkan sebelum berlakunya PP Nomor 16 Tahun 2021 tetap dapat berlaku sepanjang bangunan telah terbangun dan tidak mengalami perubahan.

2. Apakah Pemasangan Lift Otomatis Membutuhkan PBG?

Tidak tepat menyimpulkan bahwa setiap pemasangan lift otomatis pasti membutuhkan pengajuan PBG baru. Hal yang perlu diperhatikan adalah perubahan apa yang dilakukan terhadap bangunan.

Pemasangan lift dapat melibatkan pembuatan shaft, pit, opening antar lantai, perubahan struktur, atau konstruksi tambahan. Jika pekerjaan tersebut termasuk perubahan bangunan yang memerlukan persetujuan, pemilik perlu mengikuti ketentuan PBG yang berlaku.

Karena itu, kebutuhan perizinan sebaiknya dikonfirmasi berdasarkan desain dan lingkup pekerjaan aktual kepada pemerintah daerah yang berwenang.

3. Mengapa Perubahan Struktur Perlu Diperhatikan?

Pemasangan lift pada rumah yang sudah berdiri sering membutuhkan bukaan lantai untuk membuat jalur vertikal. Jika pekerjaan berhubungan dengan balok, kolom, fondasi, atau elemen struktur lainnya, perubahan tidak boleh dilakukan sembarangan.

Sebelum menentukan lokasi lift rumah, kondisi struktur eksisting perlu diperiksa. Jika terdapat perubahan yang memengaruhi struktur atau aspek teknis bangunan, pemilik sebaiknya memastikan persyaratan yang berlaku kepada dinas teknis atau dinas perizinan setempat.

4. Bagaimana dengan Rumah Baru?

Pada pembangunan rumah baru, lift sebaiknya sudah dimasukkan ke dalam perencanaan sejak awal. Posisi shaft, pit, overhead, opening setiap lantai, struktur pendukung, dan kebutuhan kelistrikan dapat disesuaikan dengan technical drawing unit.

Perencanaan sejak awal membantu arsitek, kontraktor, dan tenaga struktur mengintegrasikan kebutuhan lift dengan keseluruhan bangunan.

5. Bagaimana Jika Rumah Sudah Memiliki IMB?

Rumah lama mungkin masih memiliki IMB yang diterbitkan sebelum sistem PBG berlaku. Berdasarkan informasi resmi SIMBG, IMB tersebut tetap dapat digunakan sepanjang bangunan telah terbangun dan tidak mengalami perubahan.

Namun, jika pemasangan lift menyebabkan perubahan pada bangunan, pemilik perlu memeriksa apakah perubahan tersebut memerlukan proses PBG sesuai lingkup pekerjaannya.

Jadi, keberadaan IMB lama tidak otomatis mencakup setiap renovasi yang dilakukan setelahnya.

6. Perubahan Apa yang Perlu Diperhatikan?

Dalam proyek lift rumah tinggal, pekerjaan dapat melibatkan:

Tidak semua proyek memiliki lingkup pekerjaan yang sama. Lift yang sudah direncanakan sejak pembangunan awal tentu berbeda dengan pemasangan pada rumah lama.

7. Apakah Lift Minimalis Lebih Sederhana Perizinannya?

Ukuran produk tidak otomatis menentukan kebutuhan perizinan. Lift rumah minimalis mungkin membutuhkan ruang yang lebih compact, tetapi pemasangannya tetap dapat melibatkan perubahan lantai atau struktur bangunan.

Sebaliknya, proyek yang sejak awal sudah memiliki shaft untuk lift dapat memiliki pekerjaan sipil tambahan yang lebih terbatas.

Karena itu, yang perlu diperiksa bukan hanya ukuran kabin, tetapi juga perubahan terhadap bangunan.

8. Siapkan Dokumen Teknis

Sebelum pekerjaan dimulai, pemilik sebaiknya memiliki data teknis unit yang akan dipasang, seperti:

Technical drawing dari penyedia dapat membantu arsitek dan tenaga teknis menyesuaikan rencana bangunan dengan produk yang digunakan.

9. Pengajuan PBG Dilakukan Melalui SIMBG

PBG dan SLF merupakan layanan yang diselenggarakan melalui Sistem Informasi Manajemen Bangunan Gedung (SIMBG). Prosesnya melibatkan pemerintah daerah sesuai kewenangan masing-masing.

Informasi persyaratan dan proses dapat diperiksa melalui portal resmi SIMBG. Karena kebutuhan dokumen dapat bergantung pada karakter proyek dan daerah, pemilik sebaiknya melakukan konfirmasi sebelum pekerjaan renovasi dimulai.

Portal resmi SIMBG Kementerian PU

10. Jangan Membeli Unit Sebelum Mengecek Kondisi Bangunan

Ketika mencari perusahaan yang jual lift rumah, jangan hanya membandingkan harga, kapasitas, atau desain kabin.

Untuk proyek renovasi, periksa juga kebutuhan shaft, pit, overhead, opening lantai, kelistrikan, dan struktur pendukung. Informasi tersebut membantu pemilik mengetahui sejak awal lingkup pekerjaan yang diperlukan.

11. Koordinasikan Lift dengan Arsitek dan Kontraktor

Idealnya, spesifikasi lift ditentukan sebelum konstruksi selesai. Penyedia lift dapat memberikan technical drawing yang kemudian dikoordinasikan dengan arsitek, kontraktor, dan tenaga struktur.

Jika proyek memerlukan proses PBG atau penyesuaian dokumen bangunan, perencanaan sejak awal juga membantu menjaga kesesuaian antara dokumen teknis dan kondisi bangunan.

Jadi, Apakah Membutuhkan PBG?

Pemasangan lift rumah dapat berkaitan dengan PBG apabila pekerjaan menyebabkan perubahan bangunan yang masuk dalam lingkup pengaturan PBG. Tidak semua proyek memiliki kondisi yang sama, sehingga kebutuhan perizinan perlu dilihat berdasarkan desain, kondisi bangunan, dan lingkup pekerjaan aktual.

Untuk memastikan persyaratan yang berlaku, pemilik sebaiknya melakukan konfirmasi kepada dinas teknis atau dinas perizinan kabupaten/kota sebelum renovasi dimulai.

Konsultasikan Perencanaan dengan Shanghai Mitsubishi

Sebelum pekerjaan shaft atau renovasi dimulai, pastikan konfigurasi lift sudah ditentukan. Konsultasikan jumlah lantai, kapasitas, shaft, pit, overhead, kebutuhan struktur, dan technical drawing bersama tim Shanghai Mitsubishi agar perencanaan lift dapat dikoordinasikan dengan arsitek, kontraktor, serta kebutuhan administrasi bangunan yang berlaku. Hubungi kami untuk mendapatkan informasi teknis sesuai kondisi proyek.