whatsapp-logo

Spesifikasi Teknis Lift Rumah untuk Tender

Dokumen tender lift rumah perlu memuat parameter teknis yang jelas agar setiap produk dapat dibandingkan berdasarkan kebutuhan proyek, bukan hanya harga. Kapasitas, jumlah lantai, sistem penggerak, dimensi, kelistrikan, perangkat keselamatan, hingga layanan purna jual sebaiknya ditentukan sejak awal.

Spesifikasi yang terstruktur juga membantu kontraktor dan penyedia memahami lingkup pekerjaan sehingga risiko perbedaan interpretasi selama pelaksanaan dapat diminimalkan.

1. Tentukan Fungsi dan Kondisi Penggunaan

Sebelum menuliskan detail teknis, tentukan fungsi lift pada bangunan. Dokumen dapat menjelaskan apakah unit digunakan untuk transportasi penghuni, kebutuhan lansia, pengguna dengan keterbatasan mobilitas, atau kebutuhan residensial lainnya.

Cantumkan pula jumlah lantai yang dilayani dan kondisi proyek, apakah unit akan dipasang pada bangunan baru atau renovasi. Informasi tersebut menjadi dasar dalam menentukan kapasitas, ukuran kabin, konfigurasi pintu, sistem penggerak, dan kebutuhan konstruksi.

2. Cantumkan Kapasitas dan Jumlah Landing

Kapasitas merupakan salah satu parameter utama dalam tender. Beban angkut sebaiknya dinyatakan secara jelas agar penyedia menawarkan unit yang sesuai dengan kebutuhan proyek.

Selain kapasitas, cantumkan jumlah lantai, jumlah landing atau stop, total travel, kebutuhan akses pengguna, serta konfigurasi entrance jika sudah ditentukan.

Data tersebut membantu penyedia memahami karakter perjalanan lift yang dibutuhkan.

3. Tentukan Sistem Penggerak

Jenis drive system dapat dicantumkan apabila proyek memiliki requirement tertentu. Traction, hydraulic, screw drive, dan teknologi lainnya memiliki mekanisme serta kebutuhan instalasi yang berbeda.

Jika menggunakan traction, misalnya, dokumen dapat meminta informasi mengenai motor, traction sheave, suspension system, brake, dan counterweight apabila digunakan.

Jika teknologi belum ditentukan, tender dapat menggunakan performance requirement dan meminta peserta menjelaskan sistem yang ditawarkan. Dengan pendekatan ini, evaluasi dapat dilakukan berdasarkan kesesuaian teknis.

4. Jelaskan Dimensi Kabin dan Shaft

Dalam spesifikasi lift rumah, ukuran kabin dan shaft harus dibedakan. Dimensi kabin menunjukkan ruang untuk pengguna, sedangkan shaft mencakup kebutuhan kabin dan komponen teknis di sekelilingnya.

Dokumen tender dapat mencantumkan dimensi ruang yang tersedia dan meminta penyedia memberikan technical drawing sesuai produk.

Perhatikan juga finished floor level agar ukuran konstruksi dapat dikoordinasikan dengan kondisi akhir proyek.

5. Cantumkan Pit dan Overhead

Selain ukuran horizontal, informasi mengenai ruang vertikal juga perlu dicantumkan. Pit, floor-to-floor height, total travel, dan overhead harus diperiksa sebagai satu rangkaian.

Jangan menggunakan ukuran dari proyek lain karena setiap model dapat memiliki requirement berbeda. Untuk bangunan existing, kondisi shaft perlu dicantumkan agar penyedia dapat mengevaluasi kompatibilitas produk.

Pada proyek baru, kebutuhan tersebut dapat difinalkan setelah technical drawing unit dikoordinasikan dengan arsitek dan engineer struktur.

6. Tentukan Konfigurasi Pintu

Konfigurasi pintu berpengaruh terhadap akses pengguna dan layout setiap landing. Tender dapat menjelaskan tipe pintu, jumlah entrance, serta clear opening apabila sudah ditentukan dalam desain.

Untuk lift rumah tinggal, kebutuhan penghuni juga perlu diperhatikan. Jika unit digunakan oleh lansia atau pengguna kursi roda, dimensi kabin, bukaan pintu, dan ruang landing perlu dirancang sebagai satu kesatuan.

7. Masukkan Persyaratan Kelistrikan

Dokumen tender perlu meminta informasi mengenai kebutuhan listrik dari produk yang ditawarkan. Data dapat mencakup kebutuhan daya, karakteristik supply, controller, dan requirement elektrikal lainnya.

Tim MEP kemudian dapat memeriksa kesesuaiannya dengan sistem kelistrikan bangunan.

Kebutuhan daya sebaiknya tidak ditentukan berdasarkan asumsi umum karena motor dan sistem penggerak dapat berbeda antarproduk. Pembagian pekerjaan kelistrikan antara kontraktor utama dan penyedia lift juga perlu dijelaskan.

8. Definisikan Perangkat Keselamatan

Safety requirement harus menjadi bagian penting dalam dokumen tender. Peserta dapat diminta menjelaskan perangkat keselamatan yang tersedia, seperti door interlock, brake sesuai teknologi, alarm, emergency lighting, sensor, serta Automatic Rescue Device jika tersedia.

Tender sebaiknya tidak hanya mencantumkan nama fitur. Mintalah informasi mengenai fungsi dan konfigurasi perangkat agar tim evaluator dapat memahami sistem yang ditawarkan.

Persyaratan testing dan commissioning juga perlu dimasukkan dalam lingkup pekerjaan.

9. Tentukan Material dan Finishing Kabin

Untuk proyek residensial, desain kabin dapat menjadi bagian dari requirement arsitektur. Dokumen dapat menjelaskan kebutuhan material dinding, lantai, ceiling, pencahayaan, handrail, panel kontrol, dan finishing pintu.

Jika material belum ditentukan, peserta dapat memberikan beberapa pilihan beserta informasi teknisnya. Dengan demikian, evaluasi tidak hanya mempertimbangkan tampilan, tetapi juga kesesuaian material dengan kebutuhan penggunaan.

10. Cantumkan Lingkup Instalasi

Tender perlu menjelaskan tanggung jawab masing-masing pihak. Saat meminta penawaran dari perusahaan yang jual lift rumah, pastikan lingkup mencakup supply unit, pemasangan, testing, commissioning, pengiriman, koordinasi technical drawing, dan training jika diperlukan.

Pekerjaan kontraktor seperti shaft, struktur, sumber listrik, finishing opening, dan pekerjaan sipil lainnya juga perlu dipisahkan dengan jelas.

Pembagian scope yang terperinci membantu mencegah pekerjaan tambahan akibat perbedaan interpretasi.

11. Masukkan Garansi dan Maintenance

Evaluasi tender sebaiknya tidak berhenti pada harga pembelian. Minta informasi mengenai masa dan cakupan garansi, preventive maintenance, dukungan teknisi, ketersediaan spare part, serta mekanisme penanganan gangguan.

Dokumen serah terima juga dapat mencakup manual operasi, technical documentation, hasil testing, dan informasi perawatan unit.

Buat Tender yang Mudah Dibandingkan

Dokumen tender lift rumah yang baik memungkinkan setiap penawaran dievaluasi menggunakan parameter yang sama. Kapasitas, sistem penggerak, kabin, shaft, pit, overhead, pintu, kelistrikan, safety system, finishing, instalasi, garansi, dan maintenance perlu disusun secara terstruktur.

Hubungi kami untuk memastikan requirement proyek sesuai dengan kebutuhan teknis, koordinasikan denah, jumlah lantai, kapasitas, kondisi shaft, kebutuhan MEP, fitur keselamatan, dan lingkup pekerjaan bersama tim Shanghai Mitsubishi. Technical requirement yang jelas sejak tahap tender membantu konsultan dan kontraktor mengevaluasi produk secara lebih objektif sekaligus mempersiapkan pekerjaan konstruksi dengan lebih terarah.